Minggu, 25 Oktober 2015

Luka yang Menjagamu

ku menyadari jeritan kesakitan..
Terdengar keras di pikiranku..
Namun aku akan terus maju dengan luka ini..

Tak masalah jika melupakannya dan berakhir tanpa perasaan..
Aku telah mengunci hatiku yang terluka..

Tak masalah jika aku terluka dan tidak merasa sakit lagi..
Aku akan berlari meski jika harus menyeret kakiku..

Aku kehilangan jati diriku sebenarnya..
Hancur dalam suara yang pecah..
Yang terdengar hanyalah deruan angin..

Ingin kusampaikan padamu dan menyembuhkan lukamu..
Sebelum aku hancur dalam beratnya dunia..
Apakah kamu ingat langit yang penuh air mata?
Luka yang selalu menjagamu sejak itu..
Luka yang sama akan selalu menjagamu..

"Pilihlah kebaikan yang tidak dapat melukai dengan kekuatan"
Suara itu masuk ke dalam diriku dengan penyesalan..

Seperti kancing baju yang tidak sesuai..
Hati dan tubuhku pun terpisah..
Mencoba memahami hati ini sekali lagi..

Ingin kusampaikan padamu dan menyembuhkan lukamu..
Sebelum aku hancur dalam beratnya dunia..
Apakah kamu ingat langit yang penuh air mata?
Luka yang selalu menjagamu sejak itu..
Luka yang sama akan selalu menjagamu..

Suara tangisan yang terdengar..
Tanpa diragukan lagi, merupakan tangisanku..
Semua itu demi seseorang..

Aku yakin kamu sudah tahu sejak awal..
Maka jangan pernah menyalahkan dirimu lagi..
Kamu harus merasakan tanda yang ku berikan untukmu..
Luka yang selalu menjagamu sejak itu..

Ingin kusampaikan padamu dan menyembuhkan lukamu..
Dengan begitu dapat kukatakan "tak ada yang perlu ditakutkan"..
Jangan pernah lupakan arti di balik senyuman itu..
Luka yang selalu menjagamu sejak itu..
Luka yang selalu menjagamu sejak itu..
Luka yang sama akan selalu menjagamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar