Kamis, 20 November 2014

Awal pertama bertemu dengannya,disudut suatu tempat 
Dia duduk tanpa melihat kehadiranku tanpa melihat kedatanganku.
Aku duduk dengannya,sangat dekat..bahkan aku dapat merasakan aromanya..aroma tubuhnya yang tenang dan mencoba mendengarkan detak jantungnya dan merasakan aliran darahnya yang sangat tenang.Perlahan dia mulai berbalik,berbalik ke arahku. Saat itu juga aku melihat bola matanya,tatapan matanya yang begitu tajam namun tetap tenang. Seketika aku menangkap karakternya yang dingin 
Dia adalah pria yang tampan,dirinya bagaikan pangeran berkuda putih yang menunggangi kudanya dengan penuh kegagahan. Namun itu hanya bayanganku saja.Sepintas dirinya terlihat kuat namun sebenarnya dirinya dipenuhi rasa takut dan kesepian. Kupikir mungkin dirinya pernah merasakan kekecewaan yang sangat dalam dari orang terdekatnya.
Walaupun begitu,dia selalu menunjukkan sikapnya yang periang,seolah olah dirinya ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa dirinya kuat. Namun entah mengapa aku bisa merasakan dirinya yang lemah,dirinya yang kesepian,tatapan matanya seolah olah jujur padaku
Aku berharap dia datang padaku,dan mendekatiku. Aku siap mendengarkannya,aku siap menemaninya..
Tiba tiba saja jantungku sontak berdegup kencang,aku dapat merasakan darahku yang mengalir di sepanjang pembuluh darah
Dia! Dia..pangeran berkuda putih itu menyapaku,dan menyebut namaku..
Kali ini aku dapat melihat tatapan matanya yang tajam dengan jelasnya. Dia menatapku lekat,begitupun diriku,kini kami saling bertatapan. Aku melihat dirinya yang sedang berusaha membacaku,mengetahui pikiranku,dan seketika aku merasa kosong.
Lalu tatapanku dan pikiranku yang liar kini normal kembali,setelah dirinya menyunggingkan senyum yang begitu tulus. Dia mulai mengajakku bicara,dan entah mengapa dia mengatakan ''Tetaplah disini,di dekatku,jangan pergi apalagi menjauh dariku,Wina..

To be continued..